Jumat, 26 Desember 2008

reflection in the end of this year


salah satu prinsip yang aku pegang teguh.
Bahwa hidupku adalah perjuangan ku. Hidupku adalah aku yang menentukan. Hidupku adalah medan lagaku. Kenapa kita harus susah dengan kehadiran orang lain di kehidupan kita, punya hak apa dia di hidup kita, terserah what people say!

chapter 1
i dedicated to persons
Bagian dari pribadiku memang self-centered, aku tidak mau hidup tergantung orang lain, sengsara karena orang lain, di injak-injak orang lain. Bangsat kau manusia yang merendahkan aku sebagai ciptaan Tuhan. Heh, apa yang kamu bilang?
Aku 17 tahun, lelaki idealis masih ketara dalam diriku. Tetapi apa salahnya, aku tidak mau ada orang yang datang dalam hidupku, berlagak mengerti aku, menasehati aku, dan big bull shit, mocking me behind. I hate you person, mau kamu itu apa mempermainkan aku? Kamu itu siapa? Aku jauh lebih baik darimu! Biar aku Nazi atau hitler, tapi aku masih fuc***g aware tentang batasan batasan dalam hidupku. Aku masih beriman.

Aku ingin menjadi tenang, kalem dan easy goin. Tetapi kau membuatku untuk tidak.

chapter 2
It's about me. The Sinner.

Sebuah teka teki tentang diriku yang bahkan aku pun belum yakin akan jawabannya. Yang aku simpan dalam sebuah lemari, terkadang ku menganalisanya lagi, ku cari jawabannya, ku robek-robek, tetapi kusatukan kembali. Belum ku bagi, belum ku publikasi, hanya dengan Cintaku, Jesus, aku bercerita.
Ku nantikan jawaban dariNya, tetapi kenapa jawaban itu belum juga datang. Ku bermain api, ku berhenti bermain api. Tetapi aku belum mengerti, bagaimana reaksiNya! Aku buka seluruh indera ku.
Hidupku adalah hidupku. Tetapi hidupku adalah untukNya. 100%.
Where is the sin? what is sin? is my action sin? is sins just a people creation?
Forgive me. My faith is totally Yours.


chapter 3.
determination

Aku semakin sadar. Aku bisa meraih SEGALA YANG AKU INGINKAN. Cars, Houses, Luxurious, anything. Kita semua bisa. Kita punya waktu sama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Dan takdir pun tidak selalu memihak kamu dan mereka. Itu sebuah roda.
Pertanyaannya adalah, ketika roda itu berada di atas bagi kita, seberapa maksimalkah kita memanfaatkannya? Posisi paling atas SBY mungkin hanya Presiden RI, tetapi posisi paling atas Gandhi adalah tokoh dunia pemenang nobel.
Aku tidak minder dengan mereka yang bersuka akan prestasinya.
Aku bernafsu untuk mengalahkan mereka, tertawa kepada mereka. Mungkin tidak sejahat itu.
Aku akan mulai bekerja keras. Aku berjuang mati-matian. Aku rela prihatin dan sengsara. Aku memuliakan nama Tuhan , berdoa kepadanya. Yakin. Aku pasti Bisa.
Semakin keras aku berusaha, semakin tinggi aku berada di roda nanti.
Ku mulai sekarang. Kunikmati pada waktu yang tak terduga dan tak terasa.


Chapter 4
Tujuan Hidupku

JESUS Allah Bapa.
Aku hanya sebuah sampah terbang melayang tanpa tujuan bila tanpaNya. Ini Imanku. Aku bersaksi. Bila kau merasa aku lebih akan sesuatu, itu semuanya KarenaNya.
I love You Jesus.
Realy realy love.
Aku mencintaimu, segenap hatiku.
Entah mengapa, ku kadang mengkhianati Cinta Kasihmu.

1 komentar:

EkKy mengatakan...

T0mMy,katane maw k0men di blogku?
Hix. .
Ntar kamu q adD di blogr0llq dE,hehe
gud gud