Pada suatu malam aku mengetik sebuah naskah surat tentang kebingunganku . Aku harus mulai menetapkan langkahku. Aku punya sasaran tembak yang harus aku bidik dan tembak dengan tepat. Oleh karena itu aku mencoba mencari petunjuk. Tetapi aku ragu. Sebenarnya aku sudah memegang beberapa alamat duta besar Indonesia, tetapi aku belum siap untuk mengirimkannya. Mungkin lewat blog ini, akan datang petunjuk yang akan menuntunku untuk meraih impianku dan sasaran tembakku. Terimakasih.
Yth. Bapak Duta Besar
Di tempat
Assalamualaikum Wr. Wb
Salam Sejahtera
Berkah Dalem
Kepada Bapak yang sedang membaca surat ini, semoga dalam keadaan sehat dan damai juga selalu diberkahi rahmat dan anugerah oleh TYME. Saya doakan pula Bapak dan keluarga selalu dalam perlindunagan-Nya. Perkenankan saya untuk memperkenalkan diri saya. Nama saya Paulus Tommy Pamungkas. Saya siswa SMA N 1 Klaten kelas XII (3) Science Immersi (program bahasa Inggris untuk mata pelajaran IPA, IPS dan Matemetika). Alamat saya Sinduharjo, Somopuro, Jogonalan, Klaten, desa yang terletak di pinggir jalan Yogya Solo sekitar 10 km ke timur dari Candi Prambanan. Saya lahir di Klaten, 25 Februari 1991, anak bungsu dari 5 bersaudara. Ayah saya seorang guru olahraga di SMP N 1 Karangnongko. Ibu saya seorang rumah tangga. Dan cita-cita saya adalah ingin menjadi Duta Besar.
Sejak SD kelas 3 saya suka akan bahasa Inggris dan budaya asing. Saya mulai mahir berbahasa Inggris di SMP. Saya berprestasi bagus di SMP N 2 Klaten. Beberapa kali juara umum di SMP saya. Saya juga sering memenangkan lomba seperti lomba pidato, lomba geguritan, olimpiade matemetika dan siswa teladan. Menginjak SMA saya mulai menetapkan langkah hidup saya. Guru PPKN saya pernah ngendika kalau cita-cita itu bagaikan naik pesawat terbang, harus ada tujuannya. Kalau tidak ada tujuannya, apakah tidak akan berhenti dan mendarat? Sebelum itu saya sudah menetapkan tujuan slash cita-cita saya, yaitu menjadi duta besar. Beberapa waktu yang lalu saya membaca buku “ The Secrets”. Di sana tertulis hidup ini adalah jin dari lampu Alladin, akan mengabulkan segala hal yang kita minta asal hati, pikiran, jiwa dan perilaku kita setuju dan mendukung hal itu. Pasti terkabul! Dan saya yakin pula Tuhan akan mengabulkan doa saya. Dan sampai surat yang Bapak baca ini ditulis, menjadi duta besar masih menjadi the main choice yang ada dalam pikiran saya.
Saya pernah punya gambaran,untuk menjadi Duta Besar yang Handal, saya harus berkuliah jurusan Hubungan Internasional, disokong kuliah di jurusan komunikasi dan kuliah lagi di jurusan psikologi. Saya pikir, pasti saya akan sangat hebat. Hal itu masih jadi hal yang mungkin dilakukan tetapi masih ada banyak hal yang harus saya telaah untuk mencapai itu. Saya ungkapkan kepada guru saya tentang keinginan saya untuk kuliah di jurusan HI. Panjang lebar kita berdiskusi. Saya lontarkan pertanyaan pada beliau, bagaimana dengan HI UI? Beliau ngendika, jurusan HI di UI merupakan jurusan elite, biaya yang tinggi, dan prospek pekerjaannya hanya satu arah, yaitu di deparemen luar negeri. Sedang di departemen luar negeri, beliau ngendika masih bnyak praktek nepotisme di sana. Jadi untuk harus bekerja di sana, harus punya channels tersendiri. Secara tidak langsung, hal ini mengurangi kesempatan kerja di Deplu yang memang kecil saya pikir. Beliau menyarankan, saya boleh mengambil jurusan apa saja dibantu dengan kemampuan bahasa asing paling tidak 3 bahasa asing. Pasti jalan menjadi Duta Besar akan mudah. Dan juga beliau menyarankan untuk mengambil jurusan Hukum Internasional yang prospek kerja lebih luas dan berpotensi besar dalam dunia diplomasi.
Dari hal-hal yang dikatakan oleh guru Sosiologi saya itu, saya mencoba menganalisa beberapa hal. Biaya untuk sekolah HI di UI memang memerlukan biaya yang besar tetapi lulusan dari HI bisa bekerja dimana pun tidak hanya di deplu. Seperti semua jurusan saat ini, lulusannya dapat bekerja dimana pun. Istilahnya ‘Lintas Bidang’ atau semacamnya. Tetapi saya pikir kemudian, dimanakah letak keprofesionalitasannya kalau dianalogikan lulusan semua jurusan bisa menjadi Duta Besar? Saya setuju dengan pernyataan beliau, untuk menjadi Duta Besar diperlukan modal paling tidak 3 bahasa asing, make sense.
Diri saya dapat saya gambarkan bagi seorang pemanjat tebing, saya berada di dasar dan tujuan saya ada di puncak. Tetapi saya bingung bagaimana mendakinya. Saya akan mendakinya tetapi tidak tahu jalur mana yang harus saya pilih. Saya dianugerahi modal untuk mendaki oleh Pembimbing saya, kemampuan analisis saya dapat diandalkan ( saya sering memenangkan Debate Competition di berbagai event), kemampuan bahasa Inggris saya ( TOEFL:535, TOEIC: 613), gemar membangun relationship dengan banyak orang, leadership, kemampuan eksak saya yang bagus, hobi saya dengan desain grafis, softskills: speech, debate, singing, drawing, lil’bit dancing, cooking ; prihatin saya, pengetahuan saya, iman saya, lingkungan yang kondusif, dan yang terakhir mimpi saya untuk menuju puncak.
Saya mohon bantuan Bapak untuk mengarahkan saya, saya harap dengan segala pengalaman Bapak, Bapak bisa membimbing saya, menjadi guru saya, panutan saya. Saya mempunyai beberapa pertanyaan yang saya harap Bapak berkenan menjawab
Saya yakin saya akan mencapai puncak tebing tetapi apakah ada modal yang kurang untuk bekal memanjat saya Bapak? Apakah itu Bapak? Dan mengapa saya butuh itu?
Ada beberapa options dalam jalur memanjat saya
o HI UGM
o STAN
o Teknik Elektro UGM/ITB
o Teknik Mesin UGM/ITB
o Pend. Bhs. Inggris Sanata Dharma
o Hukum UGM
o Kursus Bhs. Prancis/Jepang/Cina/yg lain
o Komunikasi UGM
o Saran Bapak(….?)
Jadi menurut Bapak bagaimanakah kombinasi jalur tercepat dan terbaik untuk meraih cita-cita saya slash puncak tebing?
(p.s.: sulit bagi anak IPA untuk mengambil jurusan IPS wktu UM-UGM, tapi saya yakin bisa).
Saya yakin hidup itu proses dan perjuangan. Apa saran Bapak setelah saya lulus dari jalur yang disarankan Bapak? Apakah saya harus menunggu deplu membuka lowoingan kerja? Atau bagaimanakah Bapak?
Apakah ada hal yang Bapak ingin bagi dengan saya atau perlu saya ketahui tentang profesi duta besar?
Semoga Bapak berkenan menjawab dan membalas pertanyaan saya. Bapak dapat membalas surat saya lewat alamat
SMA N 1 Klaten
Jl. Merbabu 13 Klaten Selatan
Klaten Jawa Tengah
Email : president_phoenix_inc@yahoo.com
Friendster : president_phoenix_inc@yahoo.com
Balasan Bapak akan selalu saya nantikan, saya menunggu jawaban, bimbingan, panduan, arahan Bapak Duta Besar, Guru, ……..,. Terimakasih atas segala bantuannya. Akan saya ingat selalu. Semoga hubngan kita tetap terjalin layaknya sesame WNI, pemerintah-rakyat, guru-murid, Duta Besar-Calon Duta Besar, ……-Tommy.
Salam Hormat
Klaten,…………2008
P. Tommy P
Selasa, 18 November 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar