Kamis, 22 Juli 2010

A Princess




A lil happiness had born from a blossom rose when morning sun poured the garden with warm love ray. Butterflies flied low, and birds sang beautiful songs. When she opened her eyes, she was very shiny and flawless. She was a lil Princess called Nonyna.




A lil Princess Nonyna walked around the garden with her tiny feets. Every steps she took a lil flower grew and blossomed. She jumped from one rocks to another to follow mr.Frog to see some bugs in river and hills.




A lil Princess Nonyna had many friends. There are mr.baloons, ms. alphabet, mr.pen & mrs. paper and a lots of. She played a pick a boo often. Her friends around her said, "Cantiik!!" and i put my finger in my cheek and smile... When i did that, the trees became greener, the water became sparkling and birds tweeted in harmony.





Someday I was caught by a pirate when playing hide n seek. They made me one of their crew. I had to help em rolled the ropes when we got sailed. Mr.Ocean and Mrs. Sky was planning to get me out of this pirate ship.



She could escape then she was stranded in a beach in an island. She was wondering where she was. A tortoise greeted her and gave her some flowers and coconut water to be eaten. A tortoise told her that she was in Brazil, an island of dancing and pleasure...



She was taken by tortoise in to the downtown. Many buildings stood astonishingly. People and animals were wearing colorful clothes and coconut shoes. She was given a pink glasses that could lead her to playing around Brazil. To see a dancing giraffes, or to see mr.hippopotamus that could cook wafle or mr.crab that told her stories from underwater..




"What is that?" It was a charming creature with a peacock feathers around its clothes, whlie it was reading its cute horse. It was a Prince from Brazil that greeted her and asked her to have a ride with him. He lifted her up and hold her tight from falling. Happiness bursted from her heart make her hair was longer and her cheeks was pinker, an prettier



Cut the crap! It's time to dress to kill! Lets hit the club and i will conquer that boy on his knee!! Showtime beibeh!!

Kamis, 11 Februari 2010

Dog Faces Its Life




Do you call me? Ii hear your insulting tone and an anger behind... Is it me who always be blamed by you?



I choose my own way to find what people call, happiness. I am afraid to walk tall and face your value and norms.....



fuck em all, I have chosen my path. I will crawl, walk and run. I will not turn, only God can make me do.



Face Life! Inspired by my dog, mido

Minggu, 25 Oktober 2009

Yuna dan Tidus di Kampus Biru



Cheerful, sensual, romantic and elegant.....
dance with the stars.....
Yuna&Tidus akankah cintamu abadi?
Ingin kisah cintamu seindah ini, pakai P*nds Flawaless White.... (lebaayyy)



Hohoho, big bulky Marduk's body and babyface Tidus' face is ready to kick your butt till it opens really wide wide west hehehehe.
(peace peace... mohon maaf, saya dramatisir untuk tujuan marketing heheheh...)
Yuna dengan schoolgirl outfit, dari karakter FFXIII. Pasti itu habis pulang cekulah dehhh....
mereka aku foto saat mereka jalan jalan ke Detos...




Nah ini, Yuna sangat terlihat ehm ehm seksi. Seperti gadis kejam yang suka menyiksa-nyiksa pacarnya dengan bazooka yang ia pegang, hehehehe.....
sedang Tidus, tetap atletis dan modis. Tebak tubuh siapakah itu? Tubuh WRP Diet tea.
heheheheh. Beneran, coba tebak tubuh siapa?

Minggu, 10 Mei 2009

the secret is questioned.



Ujian Nasional sudah berakhir. Ujian sekolah sudah berlalu. Ujian praktek juga hampir selesai. Pada tanggal 7 Mei 2009, aku dan beberapa temanku yang butuh pelampiasan dan pelarian berencana akan melakukan tugas mulia yaiyu hang-out di hari libur (thung thing thung thing ” Hang Out di Hari Libur”). Kami hendak berenang pagi itu. Setelah membahas tempat berenabg yang akan didatangi, kami memilih untuk berenang di Cokro.
What a beautiful trip!! Suasana selama perjalanan begitu indah. Jalanan tidak terlalu ramai, pemandangan sawahnya bagus.
Tidak sampai setengah jam, kami sudah sampai di Cokro yang terletak di belakang SMP N 1 Tulung ( SMP 1 atau 2 ya, aku lupa hwehwe). Di spanduknya tertulis Kolam renang Ingas. Setelah membayar parkir sebesar dua ribu rupiing, kami masuk ke lokasi. Kami membeli tiket seharga tiga ribu rupiing. Aneh bin ajaibnya, kami tidak dikasih tiket masuk cuy. Jadi cuma bayar lalu masuk gitu doang. Masak tempat rekreasi sistemnya seperti itu sih?? Aku tanya ma temanku C***dra yang ikut pemilihan Mas dan Mbak Klaten. Katanya itu adalah tindakan korupsi yang sering terjadi di tempat ini. OMG! Padahal hari itu pengunjungnya banyak, walaupun bukan hari libur nasional.
Kami pun segera masuk ke lokasi melewati sebuah jembatan kayu dan tali dan kawat sepanjangnya. Jembatan bergoyang-goyang membuat kami agak takut tetapi seru. Sampai di lokasi, kami mulai mengobservasi dan menelaah tempat (iiiih... bahasanya).
Ada beberapa fakta mengenai tempat ini:
1. banyak penjual makanan dan minuman yang berjualan di dalam lokasi. Mereka berebut pengunjung agar memakai tikar yang mereka sediakan seharga dua ribu rupiing.
2. ada tiga bagian dari tempat ini, yang pertama adalah waterboom, yang hanya beroperasi di weekend saja (dan sayangnya hari itu bukan weekend, sial!tapi untung masih bisa foto-foto di kolam kosong...hwehwe). dan bagian yang kedua adalah kolam renang yang terlihat jarang dipakai dan kolam berarus yang sebenarnya hanyalah penggalan sungai. Dan bagian yang terakhir adalah sesuatu yang rahasia.
3. banyak orang berpacara di sini.
Setelah meletakkan barang-barang kami di tikar yang tidak gratis. Denga setengah hati yang kira-kira 130 gram, aku pun mulai strip my clothes in front of public eyes. Dan dengan setengah hati pula aku masuk ke kolam berarus tersebut. Agak illfeel, dan males ketika berenang di tempat ini. Disebabkan oleh karena yang bagaimana tadi ada ibu-ibu yang nyuci bajunya di sungai tersebut waktu kami datang ditambah waktu kami nyebur e e e e ada cowok yang hanya memakai celana dalam mandi di pinggir sungai. Keliatannya sih garang, banyak tattoo di lengan-lengannya tapi tetap cuci mukanya pakai sabun P*nds. Hiii aku jadi males sendiri gitoh. Ya setelah bermain ban, mencoba berenang dari hulu ke hilir , mencoba fasilitas jaccuzzi yang ada (beneran ada lo, jadi di bagian sumber airnya itu banyak menimbulkan gelembung-gelembung udara bertekanan tinggi dan butuh perjuangan besar agar kami bisa bertahan di tempat itu hwewe), kami pun keluar dari sunagi berair dingin tersebut.
Setelah berganti baju, kami pun mencoba mengobservasi tempat itu lebih jauh. Kami mencoba mendatangi tempat yang tidak kami ketahui sebelumnya, tempat bagian ketiga, sesuatu yang rahasia yang kami sebut ” The Lapak-Lapak”. Ceritanya sih kami sudah hendak pulang, tetapi kami curiga sebab ada pasangan muda-mudi yang berjalan dari jembatan masuk mengambil arah kiri, menuruni tangga, berbelok dan hilang di tengah rimbunnya pohon-pohon dan gemericik air sungai. Kami pun dengan wajah innocent mencoba mengulik kemana mereka pergi. Kami mencoba menyusuri sungai, ternyata disini ada warung-warung yang terlihat sepi, kami pun menerobosnya, berjalan lebih jauh dan OMG!!! A big surprise! WTF...! Seorang laki-laki bertelanjang dada keluar dari sebuah lapak, seperti sebuah kamar bertembokan kain yang dekil berukuran 2x2 m kali ya yang terletak di lereng sungai Cokro terseut. Laki-laki itu turun menghampiri penjual yang terletak dibawah lapak tersebut dan kembali masuk ke lapaknya. Dan tebak apa yang ada di pikiran kami, it’s A SEX PLACE.
I am speechless. Ada lebih dari sepuluh lapak-lapak seperti itu. Kata temanku, ketika pria itu keluar, ada seorang wanita di dalamnya. Dan setelah lebih jauh kuamati pria itu dengan confident memakai jeans tanpa dikaitkan buttonnya, jadi bahas jawanya motrok motrok metek metek terlihat Compact Discnya. Anjrit. Then we escaped from that place and started to analyze, apa benar pasangan muda yang membuat kami curiga itu juga hilang di tempat ini dan menempati salah satu lapak-lapak disini??? Dan dalam perjalanan pulang, kami mengamati lecih dari tiga pasangan muda hilang di rerimbuan pohon itu pula. Do they have s… on that place? Damn, it’s a big question.